IMAN yang Keseleo

Kita berandai-andai yaa.

Seandainya kita ini tinggal di sebuah negeri nan kaya, sumber daya alam melimpah, apapun yang dibutuhkan rakyatnya ada tersedia. Plus, negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang sangat pandai, bijak, adil, penyayang rakyatnya dan sangat dermawan. Reputasinya teruji, siapapun rakyatnya yang membutuhkan bantuan saat kesulitan, tinggal datang ke istana minta pada raja, pasti diberi oleh sang raja. Punya masalah sepelik apapun, tinggal minta petunjuk raja, pasti dapat jalan keluar. Setiap mendengar raja bicara, membuncah bahagia dan menenangkan jiwa sebab penuh hikmah dan kebaikan.

Pertanyaan: Apa yang dirasakan penduduk negeri itu?

Ya, benar sekali! – Kita sebagai penduduk negeri itu akan hidup tenang, tak khawatir.

Kita sebagai penduduk negeri itu akan sangat mencintai sang raja.- Kita sebagai penduduk negeri itu akan tunduk, patuh, sebab percaya raja memimpin dengan adil dan bijaksana.

Kita rindu bertemu dengan sang Raja. Ingin mendengar nasihat dan arahannya

.~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Itu pengandaian.

Faktanya, kita sudah lama punya raja di raja, yang sebab “keseleo” iman, terlupa (tidak) kita “yakini”, “percayai” atau “rasakan” hadir dan adanya, pun kemampuannya. Sang Penguasa seluruh Kerajaan Langit dan Bumi, Allah Swt. Kemampuan, kebaikan, kasih sayangNya, keadilan, kebijakan dan kemurahanNya. Yang Maha Mengabulkan disetiap permintaan sesulit apapun, pemberi solusi masalah sepelik apapun, yang jauh melebihi raja negeri hayalan itu.

Tapi sebab wujudNya ghaib, DIA “seolah” tak ada, seolah tak wujud. Sebab kita seringkali “KESELEO” IMAN. Jika wujudnya nyata, kita akan berbondong sebagaimana ‘pengandaian’ di atas. Namun sebab wujudNya ghaib (untuk menguji siapa kita yang mengimani dan meyakiniNya), seolah kita saat ini sedang TAK PUNYA Raja Diraja, Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi, sehingga resah gelisahlah kita dalam menjalani hidup dan semua kesulitan/tantangannya. Maka, datangi Dia, adukan apapun kepelikan kita. Pinta apapun perlu kita dengan yakin dan benar tentunya. Buka selalu kalamNya; Al Quranul Kariim, yang “kata-kataNya” selalu penuh hikmah, kebaikan yang menentramkan, sekaligus mendatangkan petunjuk..Niscaya, kebahagiaan dan ketenangan itu akan masuk dalam sanubari kita

.InsyaAllah.

Wallahu a’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *