Syaamil Group: Percetakan Al Quran Yang Environmental Friendly

Air hasil penyulingan dan ikan yang hidup di dalamnya

Produk-produk yang syaamil hasilkan selama ini, bukan produk asal jadi dan dicetak dengan tidak sembarang proses.

Meski kapasitas kami masih belum mampu memenuhi semua permintaan Al Quran, namun satu hal yang kami pastikan adalah, percetakan kami sendiri wajib memenuhi standar:

– Adab memperlakukan Al Quran: jaga wudhu, mengikuti arahan ‘ulama, dan lain-lain.

Budaya Perusahaan. Budaya untuk makin dekat dengan Al Quran menjadi target standar kami. Namun ini selaras dengan passion kami untuk menjadi perusahaan profesional dengan SDM yang juga profesional, tidak bertentangan antara budaya Quran dengan profesionalitas.

Standar Kualitas Industri. Bagaimana kami juga wajib memerhatikan lingkungan sebagaimana foto terlampir. Sebelum limbah dibuang ke sungai, kami pastikan IKAN HIDUP di air yang akan kami buang. Lingkungan masyarakat wajib juga kami jaga, sebagai bentuk tanggung jawab kami.

Peduli Lingkungan. Masyarakat sekitar adalah keluarga besar kami juga, selain semua team dan karyawan. Bagaimana kami mengusung program-program bersama masyarakat, terutama yang terkait dengan Al Quran, plus program-program lainnya.dllDoakan yaa teman-teman yang baik dan shalih shalihah, agar kami tetap Allah izinkan menjadi “kaki tangan” Al Quran, agar kami diizinkanNya terus ikhtiar untuk Membumikan Al Quran, Menghidupkan Shirah.

Proses penyulingan

Kalau mau lihat lebih jelas, mari langsung ke Syaamil. Silakan hubungi tim syaamil saja yaaa.

Terima kasih.

IMAN yang Keseleo

Kita berandai-andai yaa.

Seandainya kita ini tinggal di sebuah negeri nan kaya, sumber daya alam melimpah, apapun yang dibutuhkan rakyatnya ada tersedia. Plus, negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang sangat pandai, bijak, adil, penyayang rakyatnya dan sangat dermawan. Reputasinya teruji, siapapun rakyatnya yang membutuhkan bantuan saat kesulitan, tinggal datang ke istana minta pada raja, pasti diberi oleh sang raja. Punya masalah sepelik apapun, tinggal minta petunjuk raja, pasti dapat jalan keluar. Setiap mendengar raja bicara, membuncah bahagia dan menenangkan jiwa sebab penuh hikmah dan kebaikan.

Pertanyaan: Apa yang dirasakan penduduk negeri itu?

Ya, benar sekali! – Kita sebagai penduduk negeri itu akan hidup tenang, tak khawatir.

Kita sebagai penduduk negeri itu akan sangat mencintai sang raja.- Kita sebagai penduduk negeri itu akan tunduk, patuh, sebab percaya raja memimpin dengan adil dan bijaksana.

Kita rindu bertemu dengan sang Raja. Ingin mendengar nasihat dan arahannya

.~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Itu pengandaian.

Faktanya, kita sudah lama punya raja di raja, yang sebab “keseleo” iman, terlupa (tidak) kita “yakini”, “percayai” atau “rasakan” hadir dan adanya, pun kemampuannya. Sang Penguasa seluruh Kerajaan Langit dan Bumi, Allah Swt. Kemampuan, kebaikan, kasih sayangNya, keadilan, kebijakan dan kemurahanNya. Yang Maha Mengabulkan disetiap permintaan sesulit apapun, pemberi solusi masalah sepelik apapun, yang jauh melebihi raja negeri hayalan itu.

Tapi sebab wujudNya ghaib, DIA “seolah” tak ada, seolah tak wujud. Sebab kita seringkali “KESELEO” IMAN. Jika wujudnya nyata, kita akan berbondong sebagaimana ‘pengandaian’ di atas. Namun sebab wujudNya ghaib (untuk menguji siapa kita yang mengimani dan meyakiniNya), seolah kita saat ini sedang TAK PUNYA Raja Diraja, Pemilik Kerajaan Langit dan Bumi, sehingga resah gelisahlah kita dalam menjalani hidup dan semua kesulitan/tantangannya. Maka, datangi Dia, adukan apapun kepelikan kita. Pinta apapun perlu kita dengan yakin dan benar tentunya. Buka selalu kalamNya; Al Quranul Kariim, yang “kata-kataNya” selalu penuh hikmah, kebaikan yang menentramkan, sekaligus mendatangkan petunjuk..Niscaya, kebahagiaan dan ketenangan itu akan masuk dalam sanubari kita

.InsyaAllah.

Wallahu a’lam

Cara Yang Nabi Saw Lakukan untuk Menemukan Talent

Organisasi besar, bisnis yang besar dan kuat, selalunya ditopang oleh tim dan talent yang kuat dan solid. Bagaimana talent bisa kita dapatkan?

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan bagaimana caranya mendapatkan talent terbaik atau didekati talent terbaik. Ada beberapa cara yang Nabi lakukan, diantaranya:

1. Orang dilingkungan terdekat

Mengapa mereka? Sebab mereka adalah orang-orang yang paling mengenali kita dalam interaksi kesehariannya. Jika kita adalah orang yang baik dan terpercaya, maka orang-orang lingkaran pertama lah yang pastinya akan percaya terhadap kita. Misal, Abu Bakar ra adalah sahabat Nabi. Begitu diajak, maka Abu Bakar ra pun merekrut talent-talent hebat lainnya, seperti Utsman, Abdurrahman bin Auf, dll. Tidak mengapa ada hubungan darah atau kedekatan khusus. Jangan takut disebut nepotisme. Nabi Saw dengan empat sahabat utamanya saling terkait. Dua adalah mertua (Abu Bakar ra & Umar ra), dua merupakan menantu (Utsman ra dan Ali ra). Yang terpenting, pembagian peran dan kewenangan serta batasannya jelas.

2. Temukan potensi, tumbuh kembangkan.

Jika di organisasi kita, mereka adalah orang-orang eksisting yang jelas loyalnya, plus memiliki potensi, lantas kita siapkan dan kembangkan potensinya. Bisa dengan training, workshop, sekolahkan lagi, coaching, dll.

3. Talent yang “diminta”.

Nabi mengajarkan, bagaimana saat islam sudah diperkuat oleh sahabat sekuat Hamzah, tetap berdo’a meminta pada Allah agar islam dikuatkan dengan salah satu dari dua Umar; Umar Ibnu Hisyam atau Umar Ibnu Khattab (saat itu keduanya orang kuat di kalangan kaum kafir Quraisy). Dan Allah mengabulkan dengan masuknya Umar bin Khattab ke barisan kaum muslimin. Maka, berdoalah pada Allah saat kita memerlukan bantuan talent dengan keahlian tertentu yang sesuai dengan kebutuhan kita.

4. Talent yang “tertarik”

Khalid bin Walid misalnya, beberapa kali disapa dan dititipin salam oleh Rasulullah. Jika bisnis atau organisasi kita sudah mulai tersistem dan visi kita kuat, insyaAllah banyak talent yang akan mendekat tertarik. Biasanya bisnis atau organisasi yang sudah memiliki sistemlah yang berpeluang mendapatkan talent dengan pendekatan ini. Tentunya plus gambaran masa depan yang nempel pada visi besar sang pemilik bisnis dan pemimpin organisasi.

5. Supporting talent, penopang dan pendukung.

Lihat Sirah Nabi, bahwa setelah orang-orang terdekat yang bergabung, yang direkrut dan bergabung kemudian adalah supporting talent. Maka, pastikan kita pun memiliki talent yang menjadi penopang, support dan pendukung lainnya. Mungkin bagi organisasi yang masih kecil, bisnis skala umkm, kehadiran talent belum terlalu perlu. Namun ada saatnya nanti, fase di mana talent menjadi kebutuhan organisasi. Semua talent amatlah penting perannya. Penjelasan di atas semoga menjadi guide sederhana bagi kita, bahwa untuk mendapatkan talent, bisa dengan pendekatan di atas.

Wallahu a’lam